Skenario Film Pendek / Short Movie
Judul : ARUPADATU
Tema : Pendidikan
Nama Tokoh :
1. Doni (anak nakal tapi berprestasi dalam olahraga)
2. Rian (anak nakal tapi berprestasi dalam akademik)
3. Dika (orang biasa saja tapi biasa saja)
Sudut pandang pertama dari bawah doni sedang menali sepatu
Sudut pandang kedua dari depan doni masih menali sepatu dan akan bergegas pergi
Sudut pandang ketiga hanung bertemu office boy sedang bersih² dan doni tau itu kalau adalah rian
Sudut pandang ketiga doni sedang menyapa rian, kamera ambil gambar dari belakang doni dan rian memgacungkan jarinya sambil mengingat nama doni
Doni : Permisi mas
Rian : Iya ma...s, Eh, kamu emm... Doni kan ?
Doni : Iya, sepertinya sudah lama ya kita tidak bertemu, sampai kamu pun hampir lupa dengan namaku (candanya)
Rian : Iya, maaf, terlalu banyak orang yang singgah dan berlalu dalam hidupku hingga aku lupa denganmu don (balasan canda)
Sudut pandang kamera merekam mereka sedang berbincang dan tertawa bersama
Rian :
Kalau sudah begini, aku jadi teringat lagi saat kita masih sering bolos, gak terasa waktu berlalu begitu cepat, lu inget gak waktu kita pertama ketemu ? Waktu itu aku nyelametin lu dari guru
Doni keluar dari kelas dan tangannya ditarik oleh rian untuk bersembunyi dibelakang tembok (sambil ada kata² rian : waktu itu aku nyelametin lu dari guru
Doni bingung dan kaget dan Rian pun berbisik : sssttt, diam, nanti ketahuan guru
Setelah itu ada guru lewat dan tidak melihat mereka
Setelah itu mereka merasa lega, Rian berkenalan dengan Doni
RIAN :
Kenalin, aku Rian
DONI :
Aku Doni, kamu kok narik tanganku kenapa ?
RIAN :
Aku tau kamu mau bolos juga, kalau kamu ketahuan, bisa² gerbang dijaga dengan ketat, dan aku jadi gak bisa keluar
DONI :
Oh begitu, makasih ya udah nyelametin aku tadi, kamu kelas berapa ?
RIAN :
Aku kelas 10 jurusan x
DONI :
Jurusan x ? Aku jurusan y
RIAN :
Yaudah, ayo buruan pergi, sebelum ada guru lagi
Ambil shot doni dan rian sering bolos dengan cara lari keluar gerbang, pakai motor keluar dan mengaku kelas 12, terakhir panjat pagar, audio di mute
Doni pergi sekolah sambil membawa piala dan bertemu Rian
RIAN :
Wuihh, juara apaan don
DONI :
Ini nih, juara 1 karate
RIAN :
Selamat ya
DONI :
Iya, makasih yan
Setelah beberapa hari, Rian ketahuan sedang bolos sendirian dan ketahuan oleh guru hingga dipanggil ke ruang bk
Guru :
Rian, kamu ini sebenarnya anak yang pintar, nilai akademik kamu bagus semua, tapi yg menentukan kenaikan kelas itu bukan nilai, tapi soal perilaku, dan kamu ini sering bolos dan tidak menghargai guru sama sekali, dan ini pun sudah banyak guru yg menegur kamu, tapi kamu gak mau berubah, dan untuk kali ini ibu mohon maaf karena sudah tidak bisa membantu lagi dan mulai besok kamu sudah tidak bisa sekolah lagi disini
Rian hanya terdiam dan merenung
RIAN :
Iya bu, terimakasih buat semuanya, maaf kalau saya hanya bisa membuat repot guru²
Rian meninggalkan ruangan
Pagi saat sekolah
Doni mau bolos, dia mencari Rian dan tidak ketemu, dia mencari info dari teman² sekelasnya dan tidak ada yg tau
Sejak saat itu Doni tidak pernah lagi bertemu dengan Rian
Saat di suatu tempat parkir
Rian menyapa Doni
RIAN :
Hei don, gimana sekolah mu ?
DONI :
Eh, kamu gak pernah keliatan, kamu kenapa ?
RIAN :
Ayo ikut aku, nanti akan ku ceritain semua
Doni diajak kerumah Rian dan mereka berbincang
Audio di mute
Dan Rian pun mulai memberi nasehat kepada Doni agar tidak bolos lagi dan mulai menata hidupnya karena waktu tidak bisa diputar
Doni pun berpamitan ke Rian
Setelah kejadian itu Doni mulai memikirkan apa yang dikatakan Rian, tapi Doni masih Kesulitan Untuk meninggalkan perilaku buruknya
Hingga suatu saat orang tuanya dipanggil ke sekolahan, dan doni pun memutuskan pergi dari rumahnya, tapi dia masih bersekolah seperti biasa tapi dia berubah menjadi orang yang introvert
Walau begitu, Dika (teman sekelas Doni) Cerita ini bermula ketika aku berumur 32 tahun, aku waktu itu sudah bekerja sebagai kepalabagian di sebu
Judul : ARUPADATU
Tema : Pendidikan
Nama Tokoh :
1. Doni (anak nakal tapi berprestasi dalam olahraga)
2. Rian (anak nakal tapi berprestasi dalam akademik)
3. Dika (orang biasa saja tapi biasa saja)
Sudut pandang pertama dari bawah doni sedang menali sepatu
Sudut pandang kedua dari depan doni masih menali sepatu dan akan bergegas pergi
Sudut pandang ketiga hanung bertemu office boy sedang bersih² dan doni tau itu kalau adalah rian
Sudut pandang ketiga doni sedang menyapa rian, kamera ambil gambar dari belakang doni dan rian memgacungkan jarinya sambil mengingat nama doni
Doni : Permisi mas
Rian : Iya ma...s, Eh, kamu emm... Doni kan ?
Doni : Iya, sepertinya sudah lama ya kita tidak bertemu, sampai kamu pun hampir lupa dengan namaku (candanya)
Rian : Iya, maaf, terlalu banyak orang yang singgah dan berlalu dalam hidupku hingga aku lupa denganmu don (balasan canda)
Sudut pandang kamera merekam mereka sedang berbincang dan tertawa bersama
Rian :
Kalau sudah begini, aku jadi teringat lagi saat kita masih sering bolos, gak terasa waktu berlalu begitu cepat, lu inget gak waktu kita pertama ketemu ? Waktu itu aku nyelametin lu dari guru
Doni keluar dari kelas dan tangannya ditarik oleh rian untuk bersembunyi dibelakang tembok (sambil ada kata² rian : waktu itu aku nyelametin lu dari guru
Doni bingung dan kaget dan Rian pun berbisik : sssttt, diam, nanti ketahuan guru
Setelah itu ada guru lewat dan tidak melihat mereka
Setelah itu mereka merasa lega, Rian berkenalan dengan Doni
RIAN :
Kenalin, aku Rian
DONI :
Aku Doni, kamu kok narik tanganku kenapa ?
RIAN :
Aku tau kamu mau bolos juga, kalau kamu ketahuan, bisa² gerbang dijaga dengan ketat, dan aku jadi gak bisa keluar
DONI :
Oh begitu, makasih ya udah nyelametin aku tadi, kamu kelas berapa ?
RIAN :
Aku kelas 10 jurusan x
DONI :
Jurusan x ? Aku jurusan y
RIAN :
Yaudah, ayo buruan pergi, sebelum ada guru lagi
Ambil shot doni dan rian sering bolos dengan cara lari keluar gerbang, pakai motor keluar dan mengaku kelas 12, terakhir panjat pagar, audio di mute
Doni pergi sekolah sambil membawa piala dan bertemu Rian
RIAN :
Wuihh, juara apaan don
DONI :
Ini nih, juara 1 karate
RIAN :
Selamat ya
DONI :
Iya, makasih yan
Setelah beberapa hari, Rian ketahuan sedang bolos sendirian dan ketahuan oleh guru hingga dipanggil ke ruang bk
Guru :
Rian, kamu ini sebenarnya anak yang pintar, nilai akademik kamu bagus semua, tapi yg menentukan kenaikan kelas itu bukan nilai, tapi soal perilaku, dan kamu ini sering bolos dan tidak menghargai guru sama sekali, dan ini pun sudah banyak guru yg menegur kamu, tapi kamu gak mau berubah, dan untuk kali ini ibu mohon maaf karena sudah tidak bisa membantu lagi dan mulai besok kamu sudah tidak bisa sekolah lagi disini
Rian hanya terdiam dan merenung
RIAN :
Iya bu, terimakasih buat semuanya, maaf kalau saya hanya bisa membuat repot guru²
Rian meninggalkan ruangan
Pagi saat sekolah
Doni mau bolos, dia mencari Rian dan tidak ketemu, dia mencari info dari teman² sekelasnya dan tidak ada yg tau
Sejak saat itu Doni tidak pernah lagi bertemu dengan Rian
Saat di suatu tempat parkir
Rian menyapa Doni
RIAN :
Hei don, gimana sekolah mu ?
DONI :
Eh, kamu gak pernah keliatan, kamu kenapa ?
RIAN :
Ayo ikut aku, nanti akan ku ceritain semua
Doni diajak kerumah Rian dan mereka berbincang
Audio di mute
Dan Rian pun mulai memberi nasehat kepada Doni agar tidak bolos lagi dan mulai menata hidupnya karena waktu tidak bisa diputar
Doni pun berpamitan ke Rian
Setelah kejadian itu Doni mulai memikirkan apa yang dikatakan Rian, tapi Doni masih Kesulitan Untuk meninggalkan perilaku buruknya
Hingga suatu saat orang tuanya dipanggil ke sekolahan, dan doni pun memutuskan pergi dari rumahnya, tapi dia masih bersekolah seperti biasa tapi dia berubah menjadi orang yang introvert
Walau begitu, Dika (teman sekelas Doni) Cerita ini bermula ketika aku berumur 32 tahun, aku waktu itu sudah bekerja sebagai kepalabagian di sebu

Posting Komentar
0 Komentar